Sejarah
Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia
Psikologi sebagai ilmu baru
dikenal dan dikembangan di Indonesia sekitar tahun 1950-an. Ketika kemerdekaan
Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda akhir tahun 1949, terdapat
kegiatan-kegiatan psikologis dengan menggunakan tes-tes psikologik yang
dilakukan oleh:
a.
Balai
Psychotechiek dari kementrian Pendidikan.
b.
Pusat
Psikologi Angkatan Udara di Bandung.
Lembaga pendidikan Psikologi
berkembang menjadi jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
dan tahun 1960 menjadi Fakultas Psikologi Indonesia. Bagian Psikologi kejuruan
dan perusahaan sekarang menjadi bagian Psikologi Industri dan Organisasi.
Psikologi industri yang merupakan cabang dari psikologi yang ketika itu hanya
menerapkan penggunaan tes dalam rangka seleksi dan penjurusan sekolah sejak itu
berubah menjadi ilmu yang dapat di kembangan teorinya melalui
penelitian-penelitian.
Pengembangan
Psikologi Industry dan Organisasi juga dipelopori pleh bagian Psikologi
Industri dan Organisasi dari dua Fakultas Psikologi lainnya, yaitu Fakultas
Psikologi Universitas Padjadjaran (September 1961) dan Fakultas Psikologi
Universitas Gajah Mada. (8 Januari
1965). Pada tahun 2000 terdapat empat Fakultas Psikologi pada universitas negri
(Universitas Indonesia, Universitas Padjajadran, Universitas Gajah Mada, dan
Universitas Erlangga), satu program studi psikologi sebagian besar dari
Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan kurang lebih tiga puluh Fakultas
( atau masih berstatus program studi) psikologi swasta yang masing-masing
memiliki bagian Psikologi Industri dan Organisasi.
Pengembangan
psikologi industry dan organisasi tidak berlangsung tanpa masalah. Psikologi
industry dan organisasi telah maju di negara-negara barat memberikan bahan
pengetahuan yang sangat banyak kepada Indonesia. Tapi , di lain pihak Indonesia
harus tetap cermat mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang
lebih ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Hal ini terutama
berlaku bagi alat-alat penelitian dan pengukuran. Tes-tes psikologik selain
diterjemahkan perlu pula diadaptasi dengan kondisi Indonesia.
Faktor- faktor utama ang membatasi peluang
adalah dana ( dana penelitian sulit diperoleh dan sedikit), tenaga penelitian
dan penerapan penelitian yang kurang (kesedian dan kesiapan sarjana Psikologi
untuk mengadakan penelitian kurang kesiapan untuk bekerja menerapkan psikologi
bidang pelatihan dan pengembangan tenaga kerja dan di bidang organisasi masih
sedikit jumlahnya), kesedian dan kemampuan perusahaan untu menggunakan
jasa-jasa psikologis masih terbatas.
Secara
umum dapat dikatakan bahwa kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangan psikologi
dan industry di Indonesia sebagai ilmu telah dikenal dan dipahami, tetapi
pelaksanaan nya belum dapat dilakukan sepenuhnya.
Psikologi
dan industry di Indonesia dewasa ini masih merupakan ilmu terapan dengan
kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologis atau yang biasa
disebut psikotes, dengan tujuan seleksi dan penempatan , penyuluhan dan bimbingan
kejuruan dan pengembangan karir. ( Munandar, Ashar Sunyoto 2001)