Minat dan Tes RMIB
Pengertian Minat
Ada
beberapa pendapat dari para ahli mengenai definisi dari minat. Poerwadarminta
menyatakan bahwa minat adalah sebuah perhatian, kesukaan, atau kecenderungan
hati kepada sesuatu. Hurlock menyatakan sumber motivasi yang mendorong
seseorang untuk melakukan hal yang ingin dilakukan ketika bebas memilih.
Sedangkan Holland menyatakan bahwa minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang
membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau
kenikmatan.
Selain
itu, Krapp, Hidi, dan Renninger (Pintrich dan Schunk, 1996) membagi definisi
minat menjadi tiga, yaitu : (1) Minat pribadi, karakteristik kepribadian
seseorang yang relatif stabil dan cenderung menetap pada diri seseorang. Minat
jenis ini dapat membawa seseorang pada beberapa aktivitas atau topik tertentu.
Minat ini dapat dilihat ketika seseorang menjadikan sebuah aktivitas atau topik
sebagai pilihan yang menimbulkan kesenangan dan memiliki arti penting bagi
dirinya ; (2) Minat situasi, merupakan minat yang sebagian besar dibangkitkan oleh
kondisi lingkungan ; (3) Minat dalam ciri psikologi, merupakan interaksi dari
minat pribadi dengan minat lingkungan. Minat ini tidak hanya karena seseorang
lebih menyukai sebuah aktivitas atau topik, tetapi karena aktivitas atau topik
tersebut memiliki nilai yang tinggi.
Berdasarkan
beberapa pendapat dari para ahli tersebut, penulis menyimpulkan bahwa minat
merupakan suatu perasaan senang atau tertarik terhadap objek tertentu (orang,
aktivitas, topik), yang didukung oleh suatu pemikiran bahwa objek minat
tersebut memberikan makna, arti, kesenangan atau kepuasan, dan diwujudkan dalam
suatu tindakan untuk memilih aktivitas atau topik tersebut dengan bebas.
Pendapat
di atas menyatakan bahwa munculnya minat disebabkan karena faktor dalam diri.
Namun, selain karena faktor dalam diri seseorang (internal), minat juga
dipengaruhi oleh faktor dari luar diri (eksternal). Beberapa faktor eksternal
yang dapat mempengaruhi minat adalah : (a) Status ekonomi, jika status ekonomi
seseorang baik, maka akan cenderung memperluas minat mereka untuk meningkatkan
hal yang semula belum mampu mereka laksanakan. Jika status ekonomi kurang baik,
maka seseorang cenderung mempersempit minatnya ; (b) Pendidikan, Semakin tinggi
atau semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang, maka semakin
besar juga kegiatan bersifat intelek yang dilakukannya ; (c) Lingkungan sosial,
minat seseorang terhadap suatu objek akan dipengaruhi oleh dukungan keluarga,
rekan kerja, teman sebaya, dan individu terkait lainnya ; (d) Trend, minat seseorang
terhadap suatu objek juga akan dipengaruhi oleh sesuatu yang sedang menjadi
mode di masyarakat.
Kuder
mengelompokkan minat menjadi 10 jenis, yaitu : (1) Minat terhadap alam sekitar,
yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan alam, binatang, dan
tumbuhan ; (2) Minat mekanis, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berkaitan
dengan mesin atau alat teknis ; (3) Minat hitungan, yaitu minat terhadap
jabatan yang membutuhkan penghitungan ; (4) Minat terhadap pengetahuan, yaitu
minat untuk menemukan fakta baru dan pemecahan masalah ; (5) Minat persuasif,
yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan kemampuan mempengaruhi
orang lain ; (6) Minat seni, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubungan
dengan kesenian, kerajinan, dan kreasi tangan ; (7) Minat literer, yaitu minat
yang berhubungan dengan masalah membaca dan menulis karangan ; (8) Minat musik,
yaitu minat terhadap musik, seperti menonton konser atau memainkan alat musik ;
(9) Minat layanan sosial, yaitu minat terhadap pekerjaan membantu orang lain ;
(10) Minat klerikal, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan
administratif.
Dalam
mengetahui minat seseorang, ada berbagai metode yang dapat dilakukan, yaitu :
1.
Observasi. Mengetahui minat dengan
metode ini memiliki keuntungan karena dapat mengamati dalam kondisi yang wajar,
dan tidak dibuat-buat. Misalnya, mengetahui minat siswa SMP dan SMA, dengan
cara mengamati perilaku sehari-hari di sekolah dan melihat kegiatan
ekstrakurikuler yang dipilih oleh masing-masing siswa tersebut.
2.
Wawancara. Wawancara juga merupakan
satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui minat seseorang. Misalnya,
bertanya langsung kepada siswa/i mengenai jurusan yang menarik perhatian untuk
dipilih pada saat kuliah. Wawancara dapat dilakukan secara langsung ataupun
tidak langsung, yaitu dengan menggunakan angket atau kuesioner.
3.
Dokumentasi. Dokumentasi berbentuk
catatan harian individu, hasil belajar, catatan prestasi di masa kanak-kanak
akan dapat membantu seseorang melihat arah atau kecenderungan minatnya.
4.
Tes Minat. Dalam ilmu psikologi, tes
minat merupakan salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengetahui minat.
Tes minat inilah pokok bahasan pada pertemuan minggu ini. Tes minat biasanya
berbentuk inventori atau self report.
SEJARAH
Pengukuran
minat pada awalnya dikembangkan untuk konseling dan seleksi kejuruan. Tokoh
yang pertama merancang alat ukur minat kejuruan adalah James Miner. Miner
membuat sebuah kuesioner minat pada tahun 1915, dan kuesioner ini memicu
munculnya seminar pengukuran minat di Carnegie Institute of Technology pada
tahun 1919. Seminar tersebut menghasilkan daftar rinci minat kejuruan yang
terstandardisasi. Salah satu peserta dalam seminar tersebut, E.K. Strong, Jr
terinspirasi dengan keberhasilan mahasiswanya dalam membedakan antara insinyur,
pengacara, dan dokter berdasarkan minat mereka. Lalu, Strong melakukan
penelitian yang membedakan orang pada berbagai profesi berdasarkan minat
mereka. Hasil penelitian Strong menghasilkan Strong Vocational Interest Blank
for Men pada tahun 1920 – 1930. Beberapa tahun kemudian, muncul juga Strong
Vocational Interest Blank for Women.
Lalu,
pada tahun 1974, kedua instrumen tersebut dikombinasikan menjadi satu dengan
nama Strong-Campbell Interest Inventory (SCII). Hal ini dilakukan dengan maksud
agar daftar rinci minat tersebut lebih bebas gender. SCII berisi enam faktor
kepribadian yang berkaitan dengan minat, yaitu : realistic, investigative,
artistic, social, enterprising, dan konvensional. SCII mengalami revisi pada
tahun 1985 dan 1995, dengan nama Strong Interest Inventory (SII). SII memuat
317 item yang dikelompokkan menjadi delapan bagian, yaitu : (1) Pekerjaan
(Occupation), dengan 135 judul pekerjaan ; (2) Mata Pelajaran (School Subject),
dengan 39 mata pelajaran ; (3) Kegiatan, dengan 46 kegiatan pekerjaan umum ;
(4) Kegiatan Waktu Luang, dengan 29 hiburan atau hobi ; (5) Tipe Orang, dengan
20 tipe orang ; (6) Preferensi antara Dua Kegiatan, dengan 30 pasang kegiatan ;
(7) Karakteristik Anda, dengan 12 karakteristik pribadi ; (8) Preferensi di
Dunia Kerja, dengan 6 pasang gagasan, data, atau benda.
Pada
tahun 1939, Kuder Preference Record juga dipublikasikan. Ada banyak daftar
rinci minat yang dipublikasikan setelah Perang Dunia II, namun yang paling
terkenal hanya milik Strong dan Kuder. Selain Strong dan Kuder yang
mempublikasikan tes minat, pada tahun 1947 dan 1958, muncul juga Tes Minat yang
bernama Rothwell Miller Interest Blank yang dikembangkan oleh Rothwell dan
Kenneth Miller.
Kegunaan Tes Minat
Hasil
tes minat jarang digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran
terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain, seperti : tes
inteligensi, tes bakat, atau tes kepribadian. Pada umumnya hasil tes minat
digunakan dalam Bidang : (1) Pendidikan. Dalam bidang ini, tes minat diberikan
untuk keperluan penjurusan siswa Sekolah Menengah Atas (IPA, IPS, atau Bahasa).
Selain itu, tes minat juga dapat diberikan untuk membantu siswa menentukan
jurusan yang akan dipilihnya pada saat kuliah ; (2) Bidang Industri Organisasi.
Dalam bidang ini, tes minat diberikan untuk keperluan seleksi calon karyawan.
Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)
Tokoh
dari penyusun Tes RMIB ini adalah Rothwell dan Miller. Pada tahun 1947,
Rothwell menyusun tes dengan menggunakan sembilan (9) jenis kategori pekerjaan
yang ada. Lalu pada tahun 1958, Kenneth Miller mengembangkan tes tersebut
dengan memperluas sembilan (9) kategori menjadi 12 kategori pekerjaan. Oleh
karena itu, tes ini disebut Rothwell Miller Interest Blank (RMIB). Tes Rothwell
Miller Interest Blank (RMIB) dapat digunakan untuk testee dengan kelompok usia
remaja hingga usia dewasa. Tes ini disajikan selama kurang lebih 20 menit, dan
dapat disajikan secara individual maupun klasikal (kelompok).
Keunikan
dari RMIB adalah bahwa tes ini dapat dimasukkan kedalam susunan battery tes,
lebih mudah dikerjakan oleh testee, skor dapat disusun dengan lebih cepat,
lebih sesuai diberikan kepada orang dewasa, dan hasil keseluruhan dari tes akan
memperlihatkan pola minat dari tes. Tes ini disusun untuk mengukur minat
berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan, dan ide stereotype
terhadap pekerjaan yang bersangkutan.
Pemikiran
yang mendasari pembentukan tes ini adalah bahwa setiap orang memiliki konsep
stereotype terhadap jenis pekerjaan yang tersedia, dan kemudian memilih
pekerjaan yang sesuai dengan ide tersebut, meskipun terdapat juga stereotype
yang tidak berdasarkan ide tertentu atau tidak ada hubungannya sama sekali
dengan pekerjaan yang dimaksud. Stereotype seperti ini lebih banyak mendasarkan
konsepnya pada hal-hal yang menarik daripada hal-hal yang merupakan kekhususan
dari pekerjaan tersebut. Tujuan terpenting dari tes ini bukan untuk mengetahui
kebenaran dari stereotype tersebut, tetapi untuk mengetahui bahwa konsep
tersebut benar-benar ada. Konsep tersebut merupakan pengaruh kuat terhadap
konsep seseorang mengenai suatu pekerjaan. Jika seseorang menyatakan suka atau
tidak suka terhadap suatu pekerjaan, maka mereka memperlihatkan sikap yang sama
terhadap idenya.
RMIB
merupakan formulir yang berisi daftar pekerjaan yang disusun menjadi sembilan
kelompok dengan kode huruf dari A sampai I. Tes ini memiliki tiga (3) bentuk,
yaitu untuk pria, wanita, dan perusahaan. Ada 12 kategori dalam RMIB, yaitu :
1.
Outdoor (Out), adalah kategori minat yang mengarah pada aktivitas di luar
ruangan, misalnya kegiatan outbound, travelling, eksplorasi pertambangan.
Contoh pekerjaan adalah ahli pertamanan, petani bunga, peternak, nelayan,
supir, penjelajah.
2. Mechanical (Me), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang mekanik atau teknik. Contoh pekerjaan dengan
minat tersebut adalah, insinyur sipil atau mesin, montir, pembuat arloji,
tukang las, ahli kacamata, petugas mesin sulam, ahli reparasi permata, ahli
reparasi jam.
3. Computation (Comp), adalah kategori minat
yang mengarah pada kemampuan di bidang perhitungan. Contoh pekerjaan adalah
akuntan, ahli pembukuan, auditor, kasir, pegawai urusan gaji, pegawai pajak,
guru ilmu pengetahuan alam.
4. Scientific (Sci), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang ilmu pengetahuan. Contoh pekerjaan yang aktif
dalam analisa atau penelitian adalah ahli biologi, astronomi, insinyur kimia
industri, peneliti, ahli matematika.
5. Personal Contact (Pers), adalah kategori
minat yang mengarah pada kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain. Contoh
pekerjaan yang berhubungan dengan orang lain adalah penyiar radio, petugas
wawancara, sales, pedagang keliling, pegawai rumah mode, petugas humas, ahli
komunikasi, marketing.
6. Aesthetic (Aesth), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang seni atau arsitektur. Contoh pekerjaan yang
berhubungan dengan hal-hal yang bersifat seni dan menciptakan sesuatu adalah
seniman, artis, arsitek, decorator, fotografer, penata panggung, guru kesenian,
pelukis, artis.
7. Litheratur (Lith), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang literatur atau buku. Contoh pekerjaan yang
berhubungan dengan buku, kegiatan membaca dan mengarang adalah wartawan,
pengarang, penulis skenario, ahli perpustakaan, penulis majalah, kritikus buku,
penyair, petugas administrasi.
8. Musical (Mus), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang musik. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan
minat ini adalah pianis konser, komponis, pemain organ, ahli pustaka, guru
music.
9. Social Service (SS), adalah kategori minat
yang mengarah pada kemampuan di bidang pelayanan sosial. Contoh pekerjaan yang
sesuai dengan minat ini adalah guru SD, psikolog pendidikan, kepala sekolah,
penyebar agama, petugas palang merah, petugas kesejahteraan sosial, ahli
penyuluh jabatan.
10. Clerical (Cler), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang keterampilan tangan, dan tugas rutin yang
menuntut ketepatan ketelitian. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan minat ini
adalah sekretaris, notulen, pembuat kerajinan, manajer bank, petugas arsip,
petugas pengiriman barang, pegawai kantor, petugas pos, petugas ekspedisi, juru
ketik, penulis.
11. Practical (Prac), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan praktis dan memerlukan keterampilan. Contoh pekerjaan
yang sesuai dengan minat ini adalah montir, ahli memperbaiki mesin, tukang
kayu, ahli bangunan, ahli mebel, tukang cat, tukang batu, tukang sepatu, ahli
penata rambut, tukang bungkus coklat, tukang binatu, penjahit, petugas mesin
sulam, juru masak.
12. Medical (Med), adalah kategori minat yang
mengarah pada kemampuan di bidang medis. Contoh pekerjaan yang berkaitan dengan
minat ini adalah dokter umum, perawat, ahli kesehatan, ahli bedah, dokter
hewan, ahli farmasi, dokter gigi, ahli kacamata, ahli rontgen, pelatih
rehabilitasi, perawat orang tua.
Self Directed Search
Tes minat yang dikembangkan oleh
John L. Holland, yaitu Tes Self Directed Search (SDS). Dalam klasifikasi Tes
Minat, Self Directed Search ini merupakan jenis tes minat yang paling baru
dibandingkan jenis tes minat yang lainnya. Pada teori yang dikembangkan, John
L. Holland menjelaskan bahwa suatu pemilihan pekerjaan atau jabatan merupakan
hasil dari interaksi antara :
1. Faktor keturunan dengan segala pengaruh
budaya
2. Faktor Pengaruh Luar atau Lingkungan,
seperti tuntutan orang tua, pengaruh masa kecil, teman bergaul, orang tua, dan
orang dewasa yang dianggap memiliki peranan penting.
3. Faktor Pengetahuan Diri Sendiri. Pengetahuan
diri ini diartikan sebagai kemampuan seseorang untu membedakan berbagai
kemungkinan lingkungan dipandang dari sudut kemampuan sendiri. Namun ada
perbedaan mendasar antara penilaian diri dan pengetahuan diri. Penilaian diri
menitikberatkan pada penghargaan terhadap diri sendiri, sedangkan pengetahuan
diri berisi sejumlah informasi yang dimiliki seseorang tentang dirinya.
Pengetahuan diri sendiri mempunyai peranan untuk meningkatkan atau mengurangi
ketetapan pilihan seseorang.
4. Tipe kepribadian pada tiap individu. Kepribadian
secara khas didefinisikan sebagai jumlah keseluruhan keyakinan, persepsi,
emosi, sikap seseorang, dan perilaku kepribadian. Holland (1997) dan Super
(1990) mengidentifikasi kepribadian sebagai sebuah faktor kunci dalam memilih jurusan
dan pengembangan karir. Holland menyatakan bahwa Self Directed Search (SDS)
merupakan inventori kepribadian. Namun, klasifikasi menurut keyakinannya
tersebut tidak diterima diluar bidang pengembangan karir. Oleh karena itu, Self
Directed Search (SDS) diklasifikasikan sebagai inventori minat karena mengukur
kegemaran dan pilihan.
Dengan
meyakini bahwa tipe kepribadian menjadi salah satu alasan seseorang memilih
pekerjaan, maka John L. Holland membuat inventori kepribadian yang disusun atas
dasar minat. Inventori ini menghasilkan tipe-tipe kepribadian dalam memilih
pekerjaan. Setiap tipe-tipe kepribadian itu dijabarkan ke dalam suatu model
teori yang disebut model orientasi (the model orientation). Model orientasi ini
merupakan suatu rumpun perilaku perilaku penyesuaian yang khas. Setiap orang
memiliki urutan orientasi yang berbeda-beda, sehingga hal ini dapat menjelaskan
mengapa setiap orang itu mempunyai corak hidup yang berbeda-beda. Urutan
orientasi yang pertama terhadap suasana lingkungan pekerjaan tertentu merupakan
corak hidup yang utama dan pertama ; urutan model orientasi kedua terhadap
lingkungan kerja yang lainnya merupakan corak hidup yang kedua bagi seseorang
untuk selanjutnya. Penempatan urutan corak hidup itu sangat bergantung dari tingkat
kecerdasan serta penilaian terhadap diri sendiri. Makin jelas penempatan urutan
corak hidupnya maka akan semakin menghasilkan pola pilihan yang tepat bagi
seseorang.
Berdasarkan
teori VOCATIONAL PERSONALITY tersebut, John L. Holland mengembangkan tes Self
Directed Seach (SDS), dengan dasar pemikiran bahwa adanya hubungan antara
kepribadian dan minat, menurut enam tipe kepribadian pada bidang kejuruan. Enam
tipe kepribadian tersebut ternyata juga berhubungan dengan enam model
lingkungan. Setiap lingkungan akan dicari oleh orang yang memiliki ciri
keterampilan, kemampuan, sikap, nilai, dan kepribadian yang berkaitan. Holland
meyakini bahwa perilaku seseorang pada lingkungan tertentu ditentukan oleh
interaksi antara kepribadian dan jenis lingkungan.
Konsep
penting lain dari Holland adalah adanya diferensiasi atau perbedaan. Individu
yang memiliki satu atau dua skor tinggi memiliki tingkat diferensiasi lebih
tinggi daripada individu yang memiliki beberapa skor yang sama tingginya.
Artinya, individu yang demikian, memiliki gambaran yang jelas dan stabil
mengenai bakat atau minatnya.
Interpretasi Tes Self Directed Search
(SDS)
John Holland
mengklasifikasikan jenis kegiatan, kemampuan, dan pekerjaan menjadi tiga yaitu
: berhubungan dengan Orang, Benda, atau Ide.
1. Berkaitan dengan Orang
a. S (Social), dengan
karakteristiknya adalah suka menolong sesama, pandai melakukan kegiatan
mengajar, konseling, merawat, memberi informasi, menghindari pekerjaan yang
berhubungan dengan mesin, alat atau binatang untuk mencapai suatu tujuan. Tipe
ini melihat dirinya sebagai pribadi yang suka menolong, bersahabat dan dapat
dipercaya. Contohnya : guru, konselor, perawat, pekerja sosial.
b. E (Enterprising),
dengan karakteristiknya adalah suka memimpin, mempengaruhi orang lain, menjual
gagasan, menghindari aktivitas yang membutuhkan observasi mendalam dan
pemikiran analitis. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang enerjik,
ambisius dan dapat bersosialisasi. Contohnya : sales, agen real estate,
pengacara, hakim, manajer hotel, wiraniaga, produser televisi, promotor olah
raga.
2. Berkaitan dengan Benda
a. R (Realistic),
dengan karakteristiknya adalah memiliki keterampilan bekerja dengan mesin, alat
atau binatang, menghindari aktivitas sosial seperti mengajar, penyembuhan dan
penyuluh. Orang dengan tipe ini biasanya melihat diri mereka sebagai pribadi
yang praktis, mekanis dan realistis. Contohnya : ahli mesin, mekanik,
pertukangan, pertanian, peternakan, perkebunan, arsitek taman.
b. C (Conventional),
dengan karakteristiknya adalah suka bekerja dengan angka, berkas, sesuatu yang
teratur, menghindari aktivitas yang tidak terstruktur. Tipe ini melihat dirinya
sebagai pribadi yang teratur dan mengikuti sistem baku. Contoh : sekretaris,
teller bank, akuntan, pustakawan, staf perpajakan.
3. Berkaitan dengan Ide
a. A (Art), dengan
karakteristiknya adalah suka melakukan aktivitas seni, drama, keterampilan
tangan, menulis sastra, menghindari aktivitas rutin, berulang. Tipe ini melihat
dirinya sebagai pribadi yang ekspresif, orisinal dan independen. Contohnya,
desainer pakaian, penari, komposer, editor buku, dan graphic designer, seniman,
sastrawan, pengarang lagu atau buku.
b. I (Investigative),
dengan karakteristiknya adalah gemar dan pandai memecahkan masalah, menghindari
pekerjaan yang sifatnya memimpin, menjual atau mempengaruhi orang lain. Tipe
ini melihat dirinya sebagai seorang yang presisi, scientific dan intelektual.
Contohnya ahli kimia, dokter gigi, physician, ahli matematik, ilmuwan, ahli
komputer/programer.
Kelebihan dan Kelemahan
Sama
seperti alat tes lain, Tes Minat dari Holland memiliki kelebihan, yaitu : (1)
Arah tes ini sudah jelas dan terfokus untuk mengukur minat seseorang ; (2)
Dengan alat tes ini, kita dapat mengetahui karakteristik yang dimiliki oleh
individu ; (3) Tes ini menunjuk pada taraf inteligensi yang memungkinkan
tingkat pendidikan sekolah tertentu ; (4) Pandangan Holland sangat relevan bagi
bimbingan karier dan konseling karir di institusi pendidikan untuk jenjang
pendidikan menengah dan masa awal pendidikan tinggi.
Namun
selain kelebihan, Tes Minat Holland juga memiliki kelemahan, yaitu : (1) Dalam
mengerjakan Tes Minat Holland, testee dapat menjawabnya dengan berpura-pura ;
(2) Dalam menjawab Tes Minat Holland dapat terjadi bias dalam menjawabnya ; (3)
Terdapat batasan usia dalam mengerjakan Tes Minat Holland ; (4) Karena
banyaknya jumlah soal yang dikerjakan maka dapat menyebabkan testee malas dalam
mengerjakannya ; (5) Teori yang digunakan dalam Tes Minat ini kurang
memperhatikan proses perkembangan yang melandasi keenam tipe kepribadian dan
tidak menunjukkan fase-fase tertentu dalam proses perkembangan.
Kuder General Interest Survey (KGIS)
KGIS
merupakan evolusi terbaru dari serangkaian tes yang sangat dihormati Kuder
untuk tes kejuruan yang dikembangkan
selama 50 tahun terakhir. Yang pertama dari instrument ini adalah Kuder
Preference Record yang dipublikasikan pada tahun 1939. KRP mengalami beberapa
revisi dan muncul pada tahun 1979 sebagai Kuder Occupational Interest
Survey-Revisi (KOIS-R; Kuder & Diamond, 1979). KGIS memiliki keunikan yaitu
populasinya dibatasi hanya untuk remaja yang kelas enam sampai dengan kelas dua
belas. KGIS yang juga tidak biasa dalam metodologinya : persediaan menggunakan
a forced-response triad format untuk mengukur minat.
Vocational Preference
Inventory (VPI)
“the
Vocational Preference Inventory is an objective, paper-and-pencil personality
interest inventory used in vocational and career assessmen” (Holland,1985). VPI
dikenal dengan model RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic,
Social,Enterprising, Conventional)
•
Realistic
: athletic, lacks verbal and interpersonal skills, and prefers “hands-on” or
outdoors vocations such as mechanic, farmer, or electrician
•
Investigative
: task-oriented thinker with unconventional attitudes who fits well in
scientific and scholarly positions such as chemist, physicist, or biologist
•
Artistic
: individualistic, avoids conventional situasions, and prefers aesthetic
pursuits
•
Social :
uses social competencies to solve problems, likes to help others, and prefers teaching or helping
professions
•
Enterprising
: a leader with good selling skill who fits well in business and managerial
positions
•
Conventional
: conforming and prefers structured roles such as bank teller or computer
operator
The Strong Interest Inventory (SII)
SII merupakan revisian terbaru dari
Strong Vocational Interest Blank (SVIB) “one of the oldest and most prominent
instrument in psychological testing” (Strong, Hansen, & Campbell, 1994) .
edisi pertama dari SVIB muncul pada tahun 1927, delapan tahun setelah E. K.
Strong merumuskan prosedur penting untuk mengukur kepentingan kerja saat
menghadiri seminar di Carnegie Institute of Technology (Campbell,1971 ; Strong,
1927). pertama, peserta ujian diminta untuk mengungkapkan hal yang disukai atau
tidak disukai untuk sampel besar dan beragam pada pekerjaan, disiplin
pendidikan, tipe kepribadian, dan kegiatan rekreasi. Kedua, tanggapan yang
secara empiris mengetik untuk pekerjaan tertentu. di kunci empiris, respon
tertentu (misalnya keinginan untuk sepatu roda) ditugaskan untuk skala untuk
pekerjaan tertentu hanya jika orang berhasil dalam pekerjaan yang cenderung
menjawab dengan cara yang lebih sering subjek perbandingan.
Meskipun SII itu dibentuk sesuai dengan
filosofi yang sama dengan SVIB, revisi terbaru berangkat dari pendahulunya
dalam tiga cara penting yaitu :
• SII merger bentuk laki-laki dan perempuan
dalam satu edisi
• SII memperkenalkan kerangka teori untuk
membimbing organisasi dan interpretasi dari nilai
• SII menggabungkan peningkatan yang
substansial dalam jumlah sisik kerja, khususnya di SMK / bidang teknis yang
terwakili dalam SVIB .
SII hanya dapat dicetak oleh lembar
jawaban prabayar atau buku yang dikirim atau fax ke penerbit atau melalui
pembelian perangkat lunak sistem yang menyediakan di situs scoring untuk hasil
segera. skala ini membantu dalam bimbinan kejuruan dengan menunjukkan tingkat
kenyamanan dengan gaya khas. empat skala gaya adalah:
- Work Style
- Learning Environment
- Leadership Style
- Risk Tasking/Adventure
Jackson Vocational Interest Survey
(JVIS)
JVIS
adalah instrumen yang relatif baru yang kontras tajam dalam beberapa hal dengan
SII. 34 basic interest scales pada JVIS terdiri dari dua jenis yang berbeda
yaitu :
- Skala peran kerja
- Skala gaya kerja
26
skala peran kerja mengukur kepentingan tertentu berkaitan dengan tema kerja
yang luas seperti matematika, ilmu kehidupan, petualangan, bisnis, dan
mengajar. 8 skala gaya kerja dirancang
untuk mengukur preferensi untuk bekerja di lingkungan yang memerlukan
modes khusus dari perilaku, seperti keamanan kerja, kepemimpinan yang dominan,
akuntabilitas, dan stamina . beberapa fitur membedakan JVIS dari SII dan alat
ukur minat lainnya adalah :
pertama,
JVIS mempekerjakan a forced-choice
ipsative format dimana peserta ujian harus memilih pilihan yang mereka sukai
dari dua alternatif. item pada JVIS seperti berikut:
A. Acting in a school drama
B. Teaching kids how to write
A. Qulting bedspreads with ornate designs
B. Buying furniture for a chain of stores
A. Writing a mathematics text for grade school
children
B. Studying the financial growth of a local bank
Ciri
khas kedua dari JVIS adalah bahwa Jackson menggunakan metode dipandu rasional
dan teori dalam derivasi yang bertentangan dengan pendekatan empiris yang
ditemukan di sebagian besar instrumen lainnya Motivasi
Vocational Preference Inventory (VPI)
“the
Vocational Preference Inventory is an objective, paper-and-pencil personality
interest inventory used in vocational and career assessmen” (Holland,1985). VPI
dikenal dengan model RIASEC (Realistic, Investigative, Artistic,
Social,Enterprising, Conventional)
•
Realistic
: athletic, lacks verbal and interpersonal skills, and prefers “hands-on” or
outdoors vocations such as mechanic, farmer, or electrician
•
Investigative
: task-oriented thinker with unconventional attitudes who fits well in
scientific and scholarly positions such as chemist, physicist, or biologist
•
Artistic
: individualistic, avoids conventional situasions, and prefers aesthetic
pursuits
•
Social :
uses social competencies to solve problems, likes to help others, and prefers teaching or helping professions
•
Enterprising
: a leader with good selling skill who fits well in business and managerial
positions
•
Conventional
: conforming and prefers structured roles such as bank teller or computer
operator
Campbell Interest and Skill Survey
(CISS)
CISS is a newer measure of
self-reported interest and skill. Tes ini dirancang untuk membantu seseorang
membuat pilihan karir yang terbaik dengan menjelaskan bagaimana minat dan
keterampilan mereka sesuai dengan dunia pekerjaan. CISS terdiri dari 200 item
minat dan 120 item kemampuan. Item minat melingkupi pekerjaan, school subject,
and beberapa kegiatan pekerjaan yang bervariasi untuk peserta ujian memilih
pada 6 poin skala dari yang sangat disukai sampai dengan sangat tidak disukai.
Item
minat seperti berikut :
a
pilot, flying commercial aircraft
a
biologist, working in a research lab
a
police detective, solving crimes
Item
kemampuan melingkupi sebuah daftar kegiatan untuk pesrta ujian memilih pada 6
poin skala dari yang ahli sampai tidak ahli. Item kemampuan seperti berikut :
helping
a family resolve its conflicts
making
furniture, using woodworking and power tools
writing
a magazine story
the
seven Orientation are as follows :
•
Influencing
: mempengaruhi orang lain melalui kepemimpinan, politik, berbicara di depan umum,
dan pemasaran
•
Organizimg
: mengorganisir pekerjaan orang lain, mengelola, dan memantau kinerja keuangan
•
Helping :
membantu orang lain melalui mengajar, mengobati, konseling
•
Creating:
menciptakan seni, sastra, produksi musik, merancang produk atau lingkungan
•
Analyzing
: analisis data, menggunakan matematika, melaksanakan eksperimen ilmiah
•
Producing:
memproduksi produk, menggunakan "hands-on" keterampilan dalam
pertanian, konstruksi, dan kerajinan tangan mekanik
•
Adventuring:
bertualang, bersaing, dan pengambilan risiko melalui atletik, polisi, dan
kegiatan militer
Daftar Referensi
Anastasi, A &
Urbina, S (2007). Tes Psikologi, Edisi Ketujuh (Terjemahan). Jakarta : PT
Indeks.
Gregory, J. R.(2004).
Psychological Testing History, principles, and applications. US: Person
Holland, J.L (1985).
Making Vocational Choices, A Theory of Vocational Personalities and Work
Environtments, 2nd Edition. New Jersey : Prentice Hall, Inc
Aiken, L.R &
Groth-Marnat, G (2009). Pengetesan dan Pemeriksaan Psikologi, Jilid 2, Edisi
Kedua Belas. Jakarta : Indeks