Sejarah terbentuknya alat tes dalam
psikologi bermula dari, masalah yang didapati saat itu adalah bagaimana memilih
pekerjaan yang memungkinkan bagi pekerja. Berawal dari kekhaisaran Cina dalam
memilih individu yang berjasa guna posisi dalam pemerintahan.
Tes yang dilakukan saat itu adalah
kemahiran memanah, musik dan menunggang kuda kemudian tes tertulis berupa
pengetahuan hukum, geografi dan agrikultur.
Berhenti pada tahun 1905, tes
berdasarkan riwayat dalam perkuliahan.
Dikembangkan di Inggris pada tahun
1860.
Pertanyaan mendasar adalah bagaimana
mengetahui bahwa murid telah memperoleh pengetahuan atau kemampuan guru dalam
memberikan pengetahuan.Terjadi selama Middle Ages yang berkembang
pertama kali di universitas di Eropa pada abad 13. Pada masa itu gelar yang diberikan
berupa sertifikasi kelayakan dalam mengajar dan ujian lisan yang dirancang
untuk calon kandidat dalam menunjukkan kompetensinya.
Akhir abad 19, di Eropa dan Amerika,
ujian menjadi metode untuk memastikan pemberian gelar dan pelatihan profesi.
Nah.. dalam psikologi sering sekali
kita mendengar tentang IQ, jadi begini sejarah IQ . Pada tahun 1911, psikolog
Jerman bernama William Stern mengusulkan bahwa tingkat mental skala Binet - Simon, dilabel ulang sebagai
skor usia mental , dibagi dengan usia kronologis subjek untuk mendapatkan hasil
bagi mental yang akan lebih akurat mewakili kemampuan pada usia yang berbeda .
Untuk menghilangkan desimal , hasil bagi jiwa itu dikalikan dengan 100 , dan
segera menjadi dikenal sebagai intelligence quotient , atau IQ.
Alat tes juga terbagi menjadi dua,
yaitu... Individual dan klasikal.
Individual adalah alat tes yang bisa
dipakai untuk satu orang sementara klasikal alat tes yang dapat dipakai lebih
dari satu orang, seperti tes Grafis, IST, KREPLIN, Pawi. Alat tes tersebut juga
pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan .
Kalau alat tes individu plus nya
adalah, observasi yang dilakukan bisa lebih mendalam, namun minus nya perolehannya
biasanya agak lama. Sementara klasikal plusnya adalah cepat dan evisien
minusnya, tidak dapat mengobservasi lebih mendalam.