Kamis, 26 Mei 2016

Wawancara dan Observasi

Wawancara.
Pada minggu ini saya akan sedikit membagi tulisan mengenai Wawancara dan Observasi. Yang belakangan ini banyak digunakan istilah asessment yang maknanya adalah menilai atau menaksir dan dapat dianggap sepadan dgn diagnostik. penggunaan istilah diagnostik lebih sering diasosiasikan dengan bidang klinis dan penggunaan test, sedangkan istilah  asessment sifatnya lebih menyeluruh tidak hanya dikaitkan dengan penggunaan test saja tapi juga dengan metode lain biasanya yaitu dengan wawancara dan observasi .

Ten Have mengemukakan adanya intelegensi, bakat dan sifat merupakan disposisi. Disposisi tersebut tidak dapat ditangkap secara langsung namun ditampilkan dalam gejala-gejala
Gejala-gejala tersebut ada yang dapat diukur dan ada pula yang tidak dapat diukur .
Gejala yang dapat dikur umumnya ditangkap melalui test sedangkan yang tidak dapat dikur ditangkap melalui wawancara dan observasi

Menurut Kaplan (2013) Wawancara adalah proses interaktif, bahwa peserta (pewawancara dan yang diwawancarai)  mempengaruhi satu dengan yang lainnya.
Pewawancara yang baik adalah seseorang yang mampu mengatur nada bicara dengan baik dalam sebuah wawancara dengan hangat, terbuka, dan percaya diri.

Wawancara di bagi menjadi dua yakni, wawancara berstruktur dan tidak berstruktur .
 Wawancara berstruktur yakni, Wawancara yang memiliki topik pembicaraan yang sudah ditentukan terlebih dahulu.

       Kelebihan wawancara ini adalah isi pembicaraan akan lebih fokus.
       Kelemahan wawancara ini adalah terlalu formil dan kaku

Ciri – ciri wawancara ini yaitu Bentuk pertanyaan yang disajikan telah terstruktur, pewawancara membacakan pertanyaan secara berurutan
Instrumen-instrumen yg disajikan telah terstandarisasi dan umumnya memberikan skor kualitatif.

Sedangkan wawancara tidak berstruktur yaitu , Wawancara yang tidak memiliki arah pembicaraan yang jelas. Kelebihan wawancara ini adalah pembicaraan akan berlangsung dalam suasana bebas dan santai.
Kelemahan dari wawancara ini adalah pembicaraan akan mudah menyimpang kearah lain atau tidak focus. Ciri – ciri dari wawancara tidak berstruktur yakni, Tidak ada pertanyaan-pertanyaan khusus atau pedoman tertentu bagi pewawancara. Wawancara ini unik, karena memberikan fleksibilitas yang cukup .Mendorong orang untuk bicara sebebas mungkin.

Dalam sebuah wawancara sebaiknya pewawancara dengan yang di wawancarai mempunyai pembicaraan yang saling bertimbal balik atau yang disebut sebagai
Effective Responses yaitu adalah proses dua arah, Pertama satu orang berbicara, kemudian yang lain, dan sebagainya. Selanjutnya, pewawancara biasanya memberikan sebuah jumlah minimum usaha untuk menjaga interaksi mengalir. selama verbalizations yang diwawancara berhubungan dengan tujuan wawancara, pewawancara mendengarkan dengan menarik dengan mempertahankan tatap muka kontak.

Observasi
Menurut Pauline Young Observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja atau terencana dan sistematis melalui mengelihatan atau pengamatan  terhadap gejala-gejala spontan yg terjadi saat itu.
Jakoda mendefinisikan observasi secara lebih luas bahwa obsrvasi adalah suatu cara yang paling dasar untuk mendapatkan informasi mengenai gejala-gejala sosial melalui proses pengamatan. Alat utama yang digunakan dalam observasi adalah pancaindera. Seperti halnya wawancara , observasi juga di bagi menjadi dua jenis yakni,
controled observation ( observasi terstruktur) dan uncontroled observation ( observasi tidak terstruktur). Observasi terstruktur suatu observasi yang prosedur dan pelaksanaannya sangat ketat dan biasanya dibantu dengan alat-alat yang peka dan dalam lembar observasinya dipergunakan proses kontol yang memungkinkan observasi dilakukan kembali lembar observasinya biasanya sangat terperinci dan rancangannya sangat komplek sedangkan observasi tidak berstruktur adalah suatu proses observasi yang dilakukan secara spontan terhadap suatu gejala tertentu tanpa mempergunakan alat-alat yang peka atau pengontrolan kembali atas ketajaman hasil observsi tadi. lembar observasi dibuat sangat sederhana, hanya berisi garis besar tanpa suatu rancangan yang kompleks.



Senin, 16 Mei 2016

Administrasi Alat Tes 1

Penulisan minggu ini adalah, mengenai administrasi alat tes, hemm.. pastinya menjadi seorang psikolog tidak asing lagi mendengar alat tes. Meinggu ini kami belajar bagaimana menjadi seorang pengetes, masih simulasi sih… cuma sepertinya akan seru banget!!!!!!!!
Simulasi yang akan di lakukan minggu depan, yakni kami berperan sbgai anak SMAN 45 jakarta, yang akan di tes untuk penjurusan ke IPA/ IPS.
Setiap SMA pasti mempunyai kriteria khusus anak tsb dapat masuk ke IPA/IPS namun di SMAN 45 Jakarta sendiri mempunyai kriteria sbg berikut :

A. Kriteria IPA
1. IQ diatas rata-rata (111-120)
2. Teliti dan tekun
4. Kemampuan Numerik Memadai

B. Kriteria IPS
1. IQ rata-rata (91-110)
2. Mudah besosialisasi
3. Teliti dan tekun
4. Kreatif
Tes yang akan dilakukan yakni, tes kemampuan yang di bagi lagi menjadi tes Aptitude dan Interest. Lalu di bagi lagi menjadi Tes IQ dan Tes Minat. Dengan menggunakan Tes IST untuk IQ dan RMIB untuk tes minat.
Untuk Aptitude tes Personaly kami menggunakan NEO-PI.

Berhubung di kampus hanya menyedikatan tes – tes sebagai yang sudah disebutkan, pdhl banyak sekali tes tes yang dapat kita gunakan untuk mengukur minat, IQ kelompok. Di sarankan ketika ingin memlikih alat tes, dipasti alat tes tersebut sesuai dengan kriteria yang ingin di tes.


Okey, deh…. Sekian dulu. Minggu depan saya akan berbagi lagi bagaimana tes tersebut berlangsung. Yuhuuu……

Jumat, 06 Mei 2016

Perbedaan Tes Individu dan Kelompok

Definisi
Tes individu adalah pada dasarnya memiliki beberapa jenis-jenis tes yang mencakup pada individual, dianatara lain tes kepribadian, tes intelegensi, tes kemampuan, dll. Semua tes menggambarkan karakteristik seseorang dalam berbagai aspek yang diukur melalui tes yang dinginkan dari salah satu jenis tes individual (Anastasi, A. & Urbina, S. 1997).

Pembagian tes individu yakni sebagai berikut :

TES INDIVIDU di bagi menjadi 2 yakni, kepribadian dan Intellegency 

Tes Individu untuk mengukur kepribadian terbagi menjadi : 
  • CAT
  • MMPI
  • CPI
  • PIC- 2
  • EPPS
  • JPI
  • MBTI
  • NEO PI- R
  • ROSCHCH
  • TAT
  • WZT
  • BAUM 
Sementara Tes individu untuk mengukur Intellegency yakni :

  • WECHISLER
  • SB 5
  • DTLA 4
  • K-BIT

Karakteristik tes intelegensi kelompok.

Tes intelegensi kelompok yang pertama kali digunakan pada awal abad kedua puluh di Amerika Serikat.Meskipun demikian, asal-usul instrumen ini dapat ditelusuri dengan upaya psikolog Eropa abad kesembilan belas.

Beberapa perbedaan tes individu dengan tes kelompok:
       pilihan ganda dibandingkan open-ended format
       scoring yang objektif terhadap pemeriksa scoring
       Kelompok terhadap administrasi individual
       aplikasi di skrining terhadap perencanaan perbaikan
       besar dibandingkan sampel standardisasi hanya besar

Pembagian Tes Intelegensi kelompok antara lain : 

  •       MAB 
  •       SHIPLEY INSTITUTE OF LIVING SCALE 
  •       COGAT
  •       CFIT
  •        RPM 



Minat dan Motivasi yang tergolong dalam Tes Individual yakni :
       Self Directed Search
                                                Konsep penting lain dari Holland adalah adanya diferensiasi atau perbedaan. Individu yang memiliki satu atau dua skor tinggi memiliki tingkat diferensiasi lebih tinggi daripada individu yang memiliki beberapa skor yang sama tingginya. Artinya, individu yang demikian, memiliki gambaran yang jelas dan stabil mengenai bakat atau minatnya.


       Strong Interest Inventory (SII)
                                                SII merupakan revisian terbaru dari Strong Vocational Interest Blank (SVIB) “one of the oldest and most prominent instrument in psychological testing” (Strong, Hansen, & Campbell, 1994) . pertama, peserta ujian diminta untuk mengungkapkan hal yang disukai atau tidak disukai untuk sampel besar dan beragam pada pekerjaan, disiplin pendidikan, tipe kepribadian, dan kegiatan rekreasi. Kedua, tanggapan yang secara empiris mengetik untuk pekerjaan tertentu. Tidak hanya mengukur dalam minat pekerjaan saja. Tetapi juga melihat pelajaran sekolah, hobby, olahraga, hubungan sosial, dan yang menyangkut keseharian kita.

Tes Minat dan Motivasi yang tergolong dalam Tes Kelompok, yakni:
       Campbell Interest and Skill Survey (CISS)
                                                CISS is a newer measure of self-reported interest and skill. Tes ini dirancang untuk membantu seseorang membuat pilihan karir yang terbaik dengan menjelaskan bagaimana minat dan keterampilan mereka sesuai dengan dunia pekerjaan. CISS terdiri dari 200 item minat dan 120 item kemampuan. Item minat melingkupi pekerjaan, school subject, and beberapa kegiatan pekerjaan yang bervariasi untuk peserta ujian memilih pada 6 poin skala dari yang sangat disukai sampai dengan sangat tidak disukai.

       Kuder General Interest Survey (KGIS)
                                                KGIS merupakan evolusi terbaru dari serangkaian tes yang sangat dihormati Kuder untuk tes kejuruan yang  dikembangkan selama 50 tahun terakhir. Yang pertama dari instrument ini adalah Kuder Preference Record yang dipublikasikan pada tahun 1939. KRP mengalami beberapa revisi dan muncul pada tahun 1979 sebagai Kuder Occupational Interest Survey-Revisi (KOIS-R; Kuder & Diamond, 1979). KGIS memiliki keunikan yaitu populasinya dibatasi hanya untuk remaja yang kelas enam sampai dengan kelas dua belas. KGIS yang juga tidak biasa dalam metodologinya : persediaan menggunakan a forced-response triad format untuk mengukur minat.

Tes Minat dan Motivasi yang tergolong dalam Tes Kelompok dan Tes Individu, yakni:
       Rothwell Miller Interest Blank (RMIB)
                                                Tes Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) dapat digunakan untuk testee dengan kelompok usia remaja hingga usia dewasa. Tes ini disajikan selama kurang lebih 20 menit, dan dapat disajikan secara individual maupun klasikal (kelompok).
                                                RMIB merupakan formulir yang berisi daftar pekerjaan yang disusun menjadi sembilan kelompok dengan kode huruf dari A sampai I. Tes ini memiliki tiga (3) bentuk, yaitu untuk pria, wanita, dan perusahaan