Jumat, 22 Mei 2015

Ergonomic

Seperti yang diketahui ergonomic yaitu  cabang ilmu yang mempelajari perancangan pekerjaan- pekerjaan oleh manusia, system dan mesin. Lalu kenapa kita harus mengetahui ilmu ergonomic tersebut?

Sebagai calon karyawan di dalam suatu perusahaan pastilah terdapat barang – barang atau mesin sebagai alat bantu dalam proses pekerjaan, ketika kita telah mengetahui ilmu ergonomic pastinya kita dapat menggunakan barang-barang atau mesin tersebut secara efektif.
Dan tidak lupa ergonomic sangat terkait dengan 5R yakni Ringkas, Rapih, Resik, Rawat, dan Rajin.
Ringkas berarti adanya pemilihan suatu system , barang- atau mesin yang ingin kita pakai dalam suatu perusahaan tersebut. Setelah adanya pemilihan , system ,alat , atau mesin haruslah tertata dalam pengerjaannya, dan dalam tempat dimana di letakannya barang- barang tersebut itu yang ri sebut sebagai Rapih, setelah rapih ada yang disebut sebagai Resik dimana alat- alat tersebut atau barang, mesin haruslah dijaga tingkat kebersihannya, agar bisa teRawat dan dapat bertahan dalam jangka panjang. Stelah 4R tersebut dilakukan ada satu R lagi yang tidak kalah penting yaitu Rajin , yang di maksud rajin disini adalah bagaimana kita sebagai seorang HRD harus selalu meningkatkan kesadaran bagi seluruh karyawan yang menggunakan alat-alat atau mesin agar dapat selalu bersih , tertata dan terawat.

Stelah saya mengetahui adanya Ilmu Ergonomic dan 5R pastinya saya dapat mengaplikasikan nya langsung dengan lingkungan disekitar. Kelompok kami mengobservasi Parkiran di Universitas Pancasila. Dan menurut kelompok kami parkiran di Universitas Pancasila kurang dari standard 5R karna area parkiran yang mayoritas kotor, tidak terdapat plank plank petunjuk parkir yang jelas, penataan motor dan mobil yang tidak sesuai serta minimnya kesadaran pengguna area parkir untuk senantiasa merawat area parkir di lingkungan kampus. Tapi setalah kami observasi ada hal- hal yang menunjang area parkir yang menjadi point plus bagi Univeritas Pancasila yaitu, tersedianya CCTV di depan setiap gerbang pintu masuk mobil dan motor dan lahan parkir yang luas.

Semoga hal baik tersebut dapat dijadikan contoh untuk semua Universitas.

Sabtu, 16 Mei 2015

Budaya Organisasi


 Kali ini saya ingin bercerita tentang budaya organisasi yang telah saya praktikan. Banyak hal- hal yang yang dapat saya ambil sebagai pengetahuan.

Kemarin siang kami menjelaskan budaya organisasi pada masing- masing kelompok di kampus. Sangat menyenangkan dan kami sangat bersemangat untuk mendapatkan nilai yang baik. Kelompok kami menggunakan baju adat betawi yaitu kebaya. Kami menerapkan budaya pakaian tersebut sebagai identitas kelompok kami, kelompok kami selalu berganti tema pakaian setiap minggunya untuk membuat cirikhas dari kelompok. Tak terlepas dari pakaian kami selalu memberikan senyum kepada kelompok- kelompok lain yang dating ke stand kami untuk menanyakan budaya organisasi yang ada di kelompok kami.

Kami meneliti dan melalukan survey ke salah satu kampong betawi yang ada di Jakarta, disana kami banyak menemukan ke khasan budaya betawi. Kami menggambil Sanggar Firman Muntaco sebagai objek yang kami paparkan dalam Budaya Organisasi. Sanggar firman muncato berdiri sudah kurang lebih 35 tahun, didirikan oleh bapak Firman dan saat ini diterusakan oleh anaknya yang bernama ibu Vivi , saat melakukan wawancara minggu kemarin kami dating ke acara sanggar muntaco yang terletak di Jl. Jagakarsa tepatnya di Bens Radio Jakarta, kami di sambut hangat, banyak acara – acara yang di suguhkan oleh sanggar muntaco. Kami banyak bertanya tentang budaya organisasi kepada pemilik sanggar yakni ibu Vivi. Ibu vivi bercerita cukup banyak tentang berdirinya sanggar tersebut. Kami sangat tercengah ketika ibu Vivi berkata sanggar tersebut tidak berorientasi kepada materi melainkan murni ingin memajukan dan melesatari budaya betawi yang telah di cita- citakan bapak Firman. 

Dan itulah yang menjadikan sanggar Muntaco berdiri sampai saat ini. Selain ingin memajukan budaya betawi dan melestarikan sanggar ini pun bermaksud untuk selalu mengembangkan kreatifitas anak- anak muda betawi.


Dan kemarin saat kami dan kelompok- kelompok lain mempersentasikan komunitas- komunitas yang telah diteliti, kami menyadari pentingnya budaya organiasasi untuk menciptakan karakter sebuah organisasi dan menjadikan nya salah satu identitas organisasi tersebut, dan kami mencoba untuk selalu menggukana budaya organisasi di setiap pertemuan kelompok atau bekerja dan mempublikasikan hasil kerja kami kedalam budaya organisasi yang baik.

Jumat, 08 Mei 2015

#pertemuan 7 Organization Culture


 Dalam suatu organisasi pastilah memiliki budaya – budaya yang dianut oleh organisasi -organisasi tersebut, budaya dideskripsikan ialah perilaku yang di formalisasikan atau adanya aktifitas ritual yang ada dalam suatu organisasi tersebut. Budaya juga hasil dari persepsi dari para orang-orang yang ada di dalamnya, yang dipublikasikan, budaya organisasi ada tergantung pada pendirinya.

Lalu, apakah fungsi dari budaya organisasi itu?
1.     Budaya dapat mencerminkan karakteristik atau suatu perkumpulan
2.     Terciptanya rasa memiliki antar sesama
3.     Adanya peninggalan sifat- sifat negative dan meleburnya dalam kelompok
4.     Bagaimana suatu organisasi atau kelompok dapat mendukung dalam masyarakat, yaitu kelompok sangat peka terhadap lingkungannya.
5.     Bagaimana terciptanya proses control dengan sesame anggota kelompok.

Memang , tidaklah hal yang mudah untuk membuat suatu komunitas , suatu organisasi atau suatu perkumpulan yang dapat bertahan lama, ada beberapa faktor yang menyebabkan perpecahan dalam suatu kelompok antara lain, peraturan yang tidak sesuai dengan individu-individu di dalamnya, sulitnya melakukan perubahan untuk menjadikan lebih baik lagi, adanya perbedaan pendapat dari individu- individu tersebut, dan kurangnya rasa kebersamaan.

Budaya Organisasi mempunyai 7 karakter, yaitu :
1.     Inovasi dan resiko , yang dimana semakin banyak inovasi yang di timbulkan akan semakin baik pula suatu organisasi tersebut.
2.     Adanya perhatian yang sangat mendetail.
3.     Hasil dalam organisasi
4.     Dapat membangun kesejahteraan di dalam maupun di luar organisasi
5.     Aggressiveness
6.     Stability , bagaimana organisasi tersebut dapat mempertahankan perkumpulan atau organisasinya.

Adapun beberapa istilah dalam budaya organisasi yang dapat saya paparkan yakni,
Dominant Culture yang berarti adanya perbedaan antara minoritas dan mayoritas.
Core Values : nilai-nilai dalam suatu organisasi
Strong Culture : jika value yang sudah ditetapkan akan menjadi strong culture.

Dan jika sekiranya anda ingin meneliti suatu organisasi atau perkumpulan hendaklah anda mengetahui beberapa hal tentang apa yang ingin anda bahas dalam observasi anda, hal itu antara lain,
1.     apakah yang menjadi karakteristik budaya dalam organisasi tersebut.
2.     Bagaimanakan budaya dapat berjalan efektif dan efisien? Dan kalau tidak, akan berdampak kemana?
3.     Apa yang menjadi faktor organisasi bertahan lama?
4.     Bagaimanakah budaya organisasi dapat ditransformasikan ke anggota lainnya
5.     Budaya apakah yang dapat dibuat dalam organisasi tersebut
6.     Budaya organisasi yang positif yang seperti apa yang dapat diciptakan dalam organisasi tersebut.
7.     Apakah ada hubungan dengan spiritual dalam suatu organisasi tersebut

8.     Adakah cirikhas ke indonesiaan yang tercipta dalam organisasi tersebut.