Wawancara.
Pada
minggu ini saya akan sedikit membagi tulisan mengenai Wawancara dan Observasi. Yang
belakangan ini banyak digunakan istilah asessment yang maknanya adalah menilai
atau menaksir dan dapat dianggap sepadan dgn diagnostik. penggunaan istilah
diagnostik lebih sering diasosiasikan dengan bidang klinis dan penggunaan test,
sedangkan istilah asessment sifatnya
lebih menyeluruh tidak hanya dikaitkan dengan penggunaan test saja tapi juga
dengan metode lain biasanya yaitu dengan wawancara dan observasi .
Ten
Have mengemukakan adanya intelegensi, bakat dan sifat merupakan disposisi.
Disposisi tersebut tidak dapat ditangkap secara langsung namun ditampilkan
dalam gejala-gejala
Gejala-gejala
tersebut ada yang dapat diukur dan ada pula yang tidak dapat diukur .
Gejala
yang dapat dikur umumnya ditangkap melalui test sedangkan yang tidak dapat
dikur ditangkap melalui wawancara dan observasi
Menurut
Kaplan (2013) Wawancara adalah proses interaktif, bahwa peserta (pewawancara
dan yang diwawancarai) mempengaruhi satu
dengan yang lainnya.
Pewawancara
yang baik adalah seseorang yang mampu mengatur nada bicara dengan baik dalam
sebuah wawancara dengan hangat, terbuka, dan percaya diri.
Wawancara
di bagi menjadi dua yakni, wawancara berstruktur dan tidak berstruktur .
Wawancara berstruktur yakni, Wawancara yang memiliki topik pembicaraan
yang sudah ditentukan terlebih dahulu.
•
Kelebihan
wawancara ini adalah isi pembicaraan akan lebih fokus.
•
Kelemahan
wawancara ini adalah terlalu formil dan kaku
Ciri
– ciri wawancara ini yaitu Bentuk pertanyaan yang disajikan telah terstruktur,
pewawancara membacakan pertanyaan secara berurutan
Instrumen-instrumen
yg disajikan telah terstandarisasi dan umumnya memberikan skor kualitatif.
Sedangkan
wawancara tidak berstruktur yaitu , Wawancara
yang tidak memiliki arah pembicaraan yang jelas. Kelebihan wawancara ini
adalah pembicaraan akan berlangsung dalam suasana bebas dan santai.
Kelemahan
dari wawancara ini adalah pembicaraan akan mudah menyimpang kearah lain atau
tidak focus. Ciri – ciri dari wawancara tidak berstruktur yakni, Tidak ada
pertanyaan-pertanyaan khusus atau pedoman tertentu bagi pewawancara. Wawancara
ini unik, karena memberikan fleksibilitas yang cukup .Mendorong orang untuk
bicara sebebas mungkin.
Dalam
sebuah wawancara sebaiknya pewawancara dengan yang di wawancarai mempunyai pembicaraan
yang saling bertimbal balik atau yang disebut sebagai
Effective
Responses yaitu adalah proses dua arah, Pertama satu orang berbicara, kemudian
yang lain, dan sebagainya. Selanjutnya, pewawancara biasanya memberikan sebuah
jumlah minimum usaha untuk menjaga interaksi mengalir. selama verbalizations
yang diwawancara berhubungan dengan tujuan wawancara, pewawancara mendengarkan
dengan menarik dengan mempertahankan tatap muka kontak.
Observasi
Menurut
Pauline Young Observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja atau
terencana dan sistematis melalui mengelihatan atau pengamatan terhadap gejala-gejala spontan yg terjadi
saat itu.
Jakoda
mendefinisikan observasi secara lebih luas bahwa obsrvasi adalah suatu cara
yang paling dasar untuk mendapatkan informasi mengenai gejala-gejala sosial
melalui proses pengamatan. Alat utama yang digunakan dalam observasi adalah
pancaindera. Seperti halnya wawancara , observasi juga di bagi menjadi dua
jenis yakni,
controled
observation ( observasi terstruktur) dan uncontroled observation ( observasi
tidak terstruktur). Observasi terstruktur suatu
observasi yang prosedur dan pelaksanaannya sangat ketat dan biasanya dibantu
dengan alat-alat yang peka dan dalam lembar observasinya dipergunakan proses
kontol yang memungkinkan observasi dilakukan kembali lembar observasinya biasanya sangat
terperinci dan rancangannya sangat komplek sedangkan observasi tidak
berstruktur adalah suatu
proses observasi yang dilakukan secara spontan terhadap suatu gejala tertentu
tanpa mempergunakan alat-alat yang peka atau pengontrolan kembali atas
ketajaman hasil observsi tadi. lembar
observasi dibuat sangat sederhana, hanya berisi garis besar tanpa suatu
rancangan yang kompleks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar