Rabu, 23 Maret 2016

psikodiagnostik #2

Haloo… menyambung dengan tulisan saya tentang psikodiagnostik minggu kemarin, kali ini saya akan membahas mengenai norma dan skor tes, norma-norma perkembangan pada psikodiagnostik, norma kelompok, reliabilitas dan validitas . nah.. sbelum kita membahas secara besar sebagai seorang psikolog nantinya kalian harus dapat memahami dengan baik psikodiagnostik ini tmn- tmn, dan yang pasti proses psikodiagnostik itu haruslah mempunyai sistematis dan proses yang jelas, saya akan menjelaskan sedikit tentang hal-hal apa saja yang harus kalian ketahui dalam proses tes psikodiagnostik.

Pertama, ketika kita mendapatkan klien dengan keluhan-keluhannya marilah kita melihat fakta yang sebnrnya, kedua adalah tools atau bagaimana kita dapat memperdalam atau mengetahui permasalahan klien tsb, bisa dengan cara interview atau observasi, ketiga kita harus memastikan kembali misalnya, seseorang tsb depresi karna kematian kucingnya, tapi disaat kalian melakukan wawancara atau observasi yang mendalam ternyata seseorang tsb bukan lah depresi karna kematian kucingnya. Hal ini lah yang harus diperhatikan, ketika sudah jelas barulah kalian bisa memberikan treatment dengan berbagai pendekatan psikologis , bisa melalui pendekatan behavior, psikoanalisis, humanistic dan kognitif. Dan barulah kalian bisa mendapatkan hasil.

Dan skarang sedikit saya akan menjelaskan mengenai norma perkembangan, norma perkembangan adalah skor-skor yang di dapat apakah sesuai dengan usia responden tsb , contohnya : ketika kita ingin menguji mental age sesorang berusia 8tahun, pada saat di tes ternyata mental age seorang tersebut bisa berusia 10 tahun.

Sementara norma kelompok adalah, kinerja individu tsb di evaluasi berdasarkan kinerja kelompok (standarisasi) . contoh : anak pada usia 8thn itu seharusnya bisa mengerjakan soal – soal pada usia nya tsb.

Reliabilitas adalah konsistensi skor pada satu orang yang sama jika di uji kembali hasilnya akan sama.

Validitas adalah apa yang diukur tes dan seberapa baik tes itu bisa mengukur, kesepakatan antara nilai tes atau hasil pengukuran kualitas yang di ukur.

Ada 3 jenis validitas dalam pengukuran yakni,
1.     Content validity
2.     Construct Validity

3.     Criterion validity

Tidak ada komentar:

Posting Komentar