Kamis, 31 Maret 2016

Sejarah Alat Tes dalam Psikologi - pertemuan 3

Sejarah terbentuknya alat tes dalam psikologi bermula dari, masalah yang didapati saat itu adalah bagaimana memilih pekerjaan yang memungkinkan bagi pekerja. Berawal dari kekhaisaran Cina dalam memilih individu yang berjasa guna posisi dalam pemerintahan.
Tes yang dilakukan saat itu adalah kemahiran memanah, musik dan menunggang kuda kemudian tes tertulis berupa pengetahuan hukum, geografi dan agrikultur.
Berhenti pada tahun 1905, tes berdasarkan riwayat dalam perkuliahan.
Dikembangkan di Inggris pada tahun 1860.
Pertanyaan mendasar adalah bagaimana mengetahui bahwa murid telah memperoleh pengetahuan atau kemampuan guru dalam memberikan pengetahuan.Terjadi selama Middle Ages yang berkembang pertama kali di universitas di Eropa pada abad 13. Pada masa itu gelar yang diberikan berupa sertifikasi kelayakan dalam mengajar dan ujian lisan yang dirancang untuk calon kandidat dalam menunjukkan kompetensinya.
Akhir abad 19, di Eropa dan Amerika, ujian menjadi metode untuk memastikan pemberian gelar dan pelatihan profesi.

Nah.. dalam psikologi sering sekali kita mendengar tentang IQ, jadi begini sejarah IQ . Pada tahun 1911, psikolog Jerman bernama William Stern mengusulkan bahwa tingkat mental  skala Binet - Simon, dilabel ulang sebagai skor usia mental , dibagi dengan usia kronologis subjek untuk mendapatkan hasil bagi mental yang akan lebih akurat mewakili kemampuan pada usia yang berbeda . Untuk menghilangkan desimal , hasil bagi jiwa itu dikalikan dengan 100 , dan segera menjadi dikenal sebagai intelligence quotient , atau IQ.

Alat tes juga terbagi menjadi dua, yaitu... Individual dan klasikal.
Individual adalah alat tes yang bisa dipakai untuk satu orang sementara klasikal alat tes yang dapat dipakai lebih dari satu orang, seperti tes Grafis, IST, KREPLIN, Pawi. Alat tes tersebut juga pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan .


Kalau alat tes individu plus nya adalah, observasi yang dilakukan bisa lebih mendalam, namun minus nya perolehannya biasanya agak lama. Sementara klasikal plusnya adalah cepat dan evisien minusnya, tidak dapat mengobservasi lebih mendalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar