Menurut
Alfred Biner inteliigensi di definisikan sebagai “the tendency to
take and maintain a definite direction; the capacity to make adaptations for
the pupose of attaining a desired end, and the power of autocriticism”
Tes
intelegensi berdiri Pada tahun 1800-an, dengan teori kecerdaan yang
menekankan pada ketajaman indra. Tokoh pertama yang
membuat tes intelegensi yakni Sir Francis Galton dan J.McKeen Cattell keduanya
percaya bahwa kecerdasan itu ditanggung oleh kemampuan sensorik yang tajam.
Dan
pada awal `1900, Charles Spearman mengusulkan bahwa kecerdasan terdiri dari dua
macam faktor; satu faktor g umum dan berbagai faktor tertentu, s1, s2, s3 dan sebagainya. Lalu , L.L
Thurstone juga mempunyai
pandangan bahwa kecerdasan terdiri dari sekitar tujuh faktor kelompok daripada
faktor umum tunggal. Raymond
Cattell pun mengusulkan bahwa kecerdasan terdiri dari dua faktor utama,
kecerdasan cairan dan kecerdasan mengkristal.
Yang dimaksud dengan kecerdasan cairan yakni kecerdasan yang sudah ada didalam
diri seseorang, sementara kecerdasan kritasl adalah kecerdasan yang diperoleh
melalui pengalaman- pengalaman.
Nah…
stelah membahas beberapa tokoh, mari kita mengenal yang di maksud dengan tes
Intellegence , tes intelegensi digunakan untuk berbagai tujuan, yaitu untuk membantu dalam menentukan bakat, menilai keterbelakangan mental, kemudian untuk mengenali jenis tertentu dari ketidakmampuan belajar. Selanjutnya
untuk menilai kemampuan
intelektual setelah kecelakaan, timbulnya demensia dll.
Tes intelegensi dibagi menjadi dua
yakni, tes untuk perseorangan atau individu dan tes untuk kelompok. Perbedaan
dari keduanya adalah yakni, pertama ada :
David Wechsler, seorang pikologi di Bellevue
Hospital di New York yang memulai membuat tes pada tahun 1932. Tes Wechsler pertama, bernama Scales Wechsler-Bellevue
Intelligence yang diterbitkan
pada tahun 1939. Dalam membahas dasar pemikiran untuk tes barunya, Wechsler (1941) menjelaskan bahwa instrumen yang ada
seperti Stanford-Binet sangat tidak memadai untuk menilai kecerdasan orang
dewasa. Yang kedua ada, Standford binet intelligence
scale: fifth edition
, Fitur khusus dari SB5 The
pengembang SB5 juga menyaring
item tes yang berkaitan dengan agama serta fokus tradisional. Panel ahli meneliti seluruh tes pada
isu-isu keadilan terkait dengan variabel standar (jenis kelamin, ras, etnis,
dan cacat) dan tradisi keagamaan (Kristen, Yahudi, latar belakang (Muslim, Hindu, dan Budha). SB5 ini cocok
untuk anak usia 2 sampai dewasa usia 85 dan lebih tua, dan sampel standardisasi
terdiri dari 4.800 individu dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin, etnis,
regional, dan tingkat pendidikan di Amerika Serikat berdasarkan data sensus tahun 2000.
Selanjutnya
ada , Kaufman Brief Intelligence Test (K-BIT). Pencipta
dari Kaufman Brief Intelligence Test yaitu Alan Kaufman. Terdiri dari vocabulary
section dan matrices section. Kaitan 2 hal tersebut menunjukkan
korelasi yang kuat (r=.88). V
ocabulary
section dibagi menjadi 2 bagian yaitu: expressive
vocabulary and definitions. Sedangkan untuk Matrices Section
menyelesaikan 2x2 dan 3x3 analogi yang menggunakan stimuli figural. The K-BIT
digunakan untuk subjek yang berumur 4-30 tahun dan diadminstrasikan 15 sampai
30 menit.
Sementara tes
intelegensi kelompok, Tes intelegensi kelompok yang pertama kali digunakan pada awal abad
kedua puluh di Amerika Serikat.Meskipun demikian, asal-usul instrumen ini dapat
ditelusuri dengan upaya psikolog Eropa abad kesembilan belas. Beberapa perbedaan tes individu dengan tes kelompok:
pilihan ganda dibandingkan open-ended
format
scoring yang objektif terhadap pemeriksa scoring
Kelompok
terhadap administrasi individual
aplikasi di
skrining terhadap perencanaan perbaikan
besar
dibandingkan sampel standardisasi hanya besar
pertama ada Multidimensional
Aptitude Battery (MAB) , MAB adalah suatu tes intelegensi kelompok yang
berbasis pilihan ganda yang didesain seperti sebuah kertas dan pensil dalam
kedudukan yang seimbang. Lalu ia mempunyai 3 bagian yaitu verbal, kinerja, dan full
scale IQ.
Kedua ada, Shipley Institute of Living Scale juga dikenla dengan
Shipley-Hartford karena dibuat di daerah Hartford, Connecticut, Amerika Serikat
beberapa dekade yang lalu. The SILS awalnya
diusulkan sebagai indeks kerusakan intelektual, dalam upaya untuk mengukur efek
dari demensia, kerusakan otak, dan kondisi organik lainnya. The SILS mempunyai dua
substest, kosakata dan abstraksi. The SILS terdiri dari 40 item pilihan
kosakata ganda dan 20 item berpikir abstrak.
Selanjutnya ada, A Multidimensional Battery : Cognitive Abilities Test (CogAt). CogAt adalah salah
satu baterai tes terbaik berbasis sekolah yang digunakan saat ini (Lohman &
Hagen, 2001). Revisi terbaru dari tes dirilis pada tahun 2001.
Sembilan subset CogAt multilevel dikelompokkan
menjadi tiga baterai sebagai berikut,
a. Baterai Verbal (Klasifikasi lisan, Melengkapi kalimat, Analogi lisan)
b. Baterai
kuantitatif (Hubungan kuantitatif, Nomor seri, Bangunan
persamaan)
c. Baterai
nonverbal (Klasifikasi angka, analogi angka, Analisis angka).
Keempat ada , Raven
Progressive Matrices (RPM). RPM awalnya dirancang untuk menghitung ukuran faktor g Spearman. Untuk alasan ini, Raven
memilih format khusus untuk tes yang mungkin diperlukan latihan g.Secara
khusus, untuk benar menjawab item pada RPM, peserta ujian harus
mengidentifikasi pola berulang atau hubungan antara stimuli figural
diselenggarakan dalam matriks 3x3. Raven test terdapat serangkaian tiga instrumen yang
berbeda. Matriks progresif berwarna adalah tes 36 item yang dirancang untuk
anak-anak 5-11 tahun. Matriks progresif standar bernorma untuk peserta ujian
dari 6 tahun ke atas, meskipun sebagian besar item begitu sulit bahwa tes
paling cocok untuk orang dewasa. Tes ini terdiri dari 60 item.
Selanjutnya akan dipaparkan beberapa alat tes
intelegensi yang digunakan untuk anak-
anak pra sekolah :
1. The Wechsler Preschool and
Primary Skills Scale of Intelligence Revised (WPPSI-R) à The WPPSI-R sangat mirip dengan
pendahulunya, namun menawarkan norma diperbarui dan aplikasi agar lebih luas range-usia 3 tahun sampai 7 tahun dan 3 bulan (Wechsler,
1989). Selain itu, beberapa item tanggal dan bias direvisi, dan versi perakitan
objek ditambahkan ke subtest asli.
The WPPSI-R subtes adalah sebagai berikut Verbal (informasi, pemahaman, aritmatika, kosa kata, kesamaan, kalimat)
Kinerja (perakitan objek, desain geometris, desain blok, labirin, menyelesaikan gambar, animal pegs).
2. Standford Binet: Fourth Edition à adalah salah satu tes yang dirancang untuk digunakan
dengan anak-anak prasekolah, anak-anak, dan orang dewasa sama (Thorndlike,
Hagen, & Sattler, 1986). SB: FE terdiri dari 15 subtes, tetapi tidak semua
subyek yang diberikan kepada masing-masing kelompok umur.
-Verbal (kosakata *, pemahaman *,
absurditas *, hubungan lisan)
-Abstrak / penalaran visual (pola analisis *,
menyalin *, matriks, melipat kertas dan memotong)
Penalaran kuantitatif (quantitative *, nomor seri,
bangunan persamaan)
Memori jangka pendek (manik memori *, memori
kalimat, memori untuk digit, memori benda)
3. Kaufman Assesment
Battery for Children (K-ABC) à K-ABC adalah
ukuran gabungan kecerdasan dan prestasi yang dibangun longgar dalam kerangka
teoritis neuropsikologi modern (Luria, 1966; Das, Kirby, & Jarman, 1979)
Dirancang untuk ujian usia 2,5 tahun sampai 12,5 tahun. K-ABC terdiri dari 16 subtes, dengan tidak lebih dari 13 diberikan untuk salah satu anak. Enam subtes lainnya membentuk skala prestasi. Sepuluh subtes proses mental dipecah menjadi dua skala global:
Sequential
Processing Mental (magic window , pengenalan wajah *, gestalt closure, segitiga *, analogi matrix *, memori spasial *, seri foto *)
Stimultaneous
Processing Scale(gerakan tangan *, jumlah recall, dan urutan kata) *
Skala nonverbal.
4. Mccarthy Scales of Children Abilities (MSCA)à adalah tes kecerdasan diberikan secara individual
dirancang untuk anak usia 2,5 sampai 8,5 tahun (Mccarthy, 1972). Tes terdiri dari 18 subtes terpisah (memori
bergambar, pengetahuan word, memori verbal, kefasihan lisan, analogi
sebaliknya, blok bangunan, memecahkan teka-teki, penyadapan urut, orientasi
kiri kanan, menggambar desain, menggambar anak, pengelompokan konseptual,
jumlah pertanyaan, memori numerik, menghitung dan menyortir, koordinasi kaki,
koordinasi lengan, dan tindakan meniru).
Meskipun telah banyak alat tes yang ada namun di
Indonesia sendiri hanya beberapa alat tes yang di pakai maka dari itu kita
harus dapat mengembangkan alat tes- alat tes tsb sesuai dengan budaya di
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar