Sabtu, 14 Maret 2015

PIO #2

Sejarah Psikologi Industri dan Organisasi di Indonesia

Psikologi sebagai ilmu baru dikenal dan dikembangan di Indonesia sekitar tahun 1950-an. Ketika kemerdekaan Indonesia diakui secara resmi oleh Belanda akhir tahun 1949, terdapat kegiatan-kegiatan psikologis dengan menggunakan tes-tes psikologik yang dilakukan oleh:
a.       Balai Psychotechiek dari kementrian Pendidikan.
b.      Pusat Psikologi Angkatan Udara di Bandung.

Lembaga pendidikan Psikologi berkembang menjadi jurusan Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan tahun 1960 menjadi Fakultas Psikologi Indonesia. Bagian Psikologi kejuruan dan perusahaan sekarang menjadi bagian Psikologi Industri dan Organisasi. Psikologi industri yang merupakan cabang dari psikologi yang ketika itu hanya menerapkan penggunaan tes dalam rangka seleksi dan penjurusan sekolah sejak itu berubah menjadi ilmu yang dapat di kembangan teorinya melalui penelitian-penelitian.
Pengembangan Psikologi Industry dan Organisasi juga dipelopori pleh bagian Psikologi Industri dan Organisasi dari dua Fakultas Psikologi lainnya, yaitu Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran (September 1961) dan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada.  (8 Januari 1965). Pada tahun 2000 terdapat empat Fakultas Psikologi pada universitas negri (Universitas Indonesia, Universitas Padjajadran, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Erlangga), satu program studi psikologi sebagian besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro dan kurang lebih tiga puluh Fakultas ( atau masih berstatus program studi) psikologi swasta yang masing-masing memiliki bagian Psikologi Industri dan Organisasi.
           
Pengembangan psikologi industry dan organisasi tidak berlangsung tanpa masalah. Psikologi industry dan organisasi telah maju di negara-negara barat memberikan bahan pengetahuan yang sangat banyak kepada Indonesia. Tapi , di lain pihak Indonesia harus tetap cermat mengenali teori, aturan dan prinsip psikologi mana yang lebih ditentukan oleh masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Hal ini terutama berlaku bagi alat-alat penelitian dan pengukuran. Tes-tes psikologik selain diterjemahkan perlu pula diadaptasi dengan kondisi Indonesia.
 Faktor- faktor utama ang membatasi peluang adalah dana ( dana penelitian sulit diperoleh dan sedikit), tenaga penelitian dan penerapan penelitian yang kurang (kesedian dan kesiapan sarjana Psikologi untuk mengadakan penelitian kurang kesiapan untuk bekerja menerapkan psikologi bidang pelatihan dan pengembangan tenaga kerja dan di bidang organisasi masih sedikit jumlahnya), kesedian dan kemampuan perusahaan untu menggunakan jasa-jasa psikologis masih terbatas.

Secara umum dapat dikatakan bahwa kemungkinan-kemungkinan untuk mengembangan psikologi dan industry di Indonesia sebagai ilmu telah dikenal dan dipahami, tetapi pelaksanaan nya belum dapat dilakukan sepenuhnya.

Psikologi dan industry di Indonesia dewasa ini masih merupakan ilmu terapan dengan kegiatan utamanya pada pelaksanaan pemeriksaan psikologis atau yang biasa disebut psikotes, dengan tujuan seleksi dan penempatan , penyuluhan dan bimbingan kejuruan dan pengembangan karir. ( Munandar, Ashar Sunyoto 2001)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar